Kamis, 29 Desember 2016

Kenali Perbedaan Serangan Jantung dengan Jantung Berhenti Mendadak

Kenali Perbedaan Serangan Jantung dengan Jantung Berhenti Mendadak

Jantung berhenti berdetak atau jantung serasa diremas-remas kemudian napas tersengal dan hilang kesadaran, sering disebut dengan satu nama: Serangan jantung.

Padahal, itu adalah dua hal yang berbeda. Serangan jantung beda dengan jantung berhenti berdetak mendadak (sudden cardiac arrest). Berikut adalah perbedaan keduanya.


Terjadi ketika aliran darah ke bagian jantung menjadi terbatas. Biasanya, penyebab utamanya adalah penyakit jantung koroner karena pembuluh arteri tersumbat oleh plak. Jika plak pecah, terciptalah gumpalan darah yang dapat memblokir aliran darah ke bagian otot jantung.

Tanpa oksigen yang cukup, otot jantung akan mulai mati. Semakin lama tidak ditangani, semakin besar kerusakan yang akan terjadi.

Gejalanya:

-Nyeri atau ketidaknyamanan di perut bagian atas, dada, lengan, atau rahang, atau antara tulang belikat
- Sesak di dada dan leher serta lengan seperti kaku
- Detak jantung abnormal
- Pusing
- Lelah yang tidak biasa
- Keringat dingin
- Mual, muntah
- Sesak napas

Apa yang harus dilakukan: Segera hubungi nomor medis darurat atau dokter langganan Anda, untuk datang memberi pertolongan atau membawa Anda ke ruang gawat darurat.

jantung Berhenti Berdetak Mendadak (Sudden Cardiac Arrest/ SCA)

Terjadi ketika jantung berhenti berdetak dan aliran darah yang normal ke otak dan organ tubuh berhenti.

Sistem listrik jantung yang terganggu dapat menyebabkan aritmia, atau detak jantung tidak teratur. Aritmia yang menyebabkan jantung berhenti berdetak atau aliran darah berhenti disebut fibrilasi ventrikel.

SCA juga dapat terjadi setelah serangan jantung atau selama pemulihan dari serangan jantung. Serangan jantung dapat meningkatkan risiko SCA. Tanpa pertolongan, kematian dapat terjadi dalam 8 sampai 10 menit.

Gejalanya:

-Bola mata naik ke atasBergulir kembali ke kepala
-Pingsan
-Sulit bernapas
-Denyut jantung tidak ada

Apa yang harus dilakukan: Telepon darurat medis lalu lakukan CPR. Jika tersedia, gunakan Automated External Defibrillator, untuk memberikan kejutan listrik ke jantung.
Penulis : Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber : Prevention.com,

Previous
Next Post »