Minggu, 23 Agustus 2015

Hubungan Obesitas Dengan Penyakit Jantung

Sebuah riset teranyar berskala besar yang dilakukan para peneliti di Inggris dan Denmark menemukan adanya hubungan langsung antara indeks massa tubuh (BMI) tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Indeks massa tubuh (BMI) adalah ukuran berdasarkan tinggi dan berat badan. Orang-orang dengan BMI 18,5-24,9 dikategorikan dengan berat badan normal, sementara mereka dengan BMI 30 atau lebih disebut obesitas. Sementara, mereka yang berada di antara keduanya dianggap kelebihan berat badan.


Dalam risetnya, para peneliti menganalisis data lebih dari 75.000 orang di Kopenhagen. Mereka menemukan, orang dengan tingkat BMI tinggi memiliki risiko 26 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung. Analisis lebih lanjut menggunakan data genetik dan lainnya menunjukkan, setiap peningkatan BMI 4 poin dapat meningkatkan risiko penyakit jantung tidak kurang dari 52 persen.

"Dengan melakukan studi epidemiologi dikombinasikan dengan analisis genetik, kami telah mampu menunjukkan terhadap hampir 76.000 orang bahwa mereka yang memiliki BMI tinggi berisiko mengalami kerusakan jantung," kata Borge Nordestgaard, dokter kepala di Copenhagen University Hospital.

"Studi observasi juga menunjukkan hubungan antara penyakit jantung dan obesitas, tetapi itu tidak cukup untuk membuktikan hubungan langsung. Orang dengan obesitas memiliki berbagi karakteristik atau sifat gaya hidup yang memengaruhi perkembangan penyakit jantung dan berat badan. Atau bahkan mungkin ada kausalitas terbalik, yaitu, sakit jantung yang menyebabkan obesitas dan tidak sebaliknya," kata Nordestgaard, yang juga seorang profesor klinis di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Medis.

Rekan peneliti, Dr Nicholas Timpson, dosen epidemiologi genetik di University of Bristol Inggris mencatat, "mengingat tingkat obesitas meningkat, temuan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Penelitian kami menunjukkan bahwa pergeseran gaya hidup yang mempromosikan BMI lebih rendah - akan mengurangi kemungkinan terserang penyakit jantung."

Studi ini dipublikasikan pada 1 Mei 2012 dalam jurnal PLoS Medicine.
Sumber : Kompas.com

Previous
Next Post »